Prolog….
Liga ini diikuti oleh 13 peserta. Sebagian merupakan peserta lama. Peserta yang baru pertama kali ikut adalah Nuevo, Terakorp, Jasa Sarana, SMK Pembangunan, Hewlet-Packard, CNA.
VLSI kembali mengikuti liga ini dengan dasar kebutuhan berolahraga bagi sebagian besar anggotanya.
Peraturan baru diterapkan oleh panitia:
1. Jumlah anggota dalam satu tim maksimal 12 orang.
2. Jumlah pemain outsource di dalam lapangan hanya 1 orang.
3. Pemain yang mendapat kartu merah pada satu pertandingan membuat pemain bersangkutan tidak dapat bermain di pertandingan berikutnya.
4. Tim tuan rumah yang telat memberikan hasil pertandingan akan mendapat hukuman pengurangan 1 poin.
5. Tim yang kalah WO mendapat pengurangan 1 poin.
Pertandingan berlangsung dengan format 6 vs 6 dalam waktu 2×40 menit.
VLSI mendaftarkan 12 orang pemain:
1. Rama (kiper)
2. Iqbal (kiper)
3. Putra (bek)
4. Jun (bek)
5.Wahyu (bek)
6. Galih (bek)
7. Bahtiar (tengah)
8. Opik(tengah)
9. Aji(penyerang)
10. Faqih(penyerang)
11. Gea(penyerang)
12. Kifli (penyerang)
Dengan batasan 12 pemain, VLSI hanya mendaftarkan sebagian pemain yang ikut di liga sebelumnya.
Cerita Utama....
pertandingan pertama, VLSI vs HP.
Tanpa kehadiran Bahtiar, Faqih, Rama, dan Aji, VLSI mengandalkan Kifli di depan. Pertandingan berlangsung sengit. HP bermain dengan umpan cepat dan serangan melalui sayap. Mendekati akhir pertandingan, VLSI ketinggalan 2 gol. Melalui penampilan super dari Putra, VLSI berhasil mengejar ketinggalan dan menyamakan kedudukan. pertandingan berakhir dengan kedudukan imbang. (8-8)
pertandingan kedua, VLSI vs CNA.
Menebus ketidakhadiran di pertandingan pertama, VLSI datang dengan tim lengkap. CNA, yang beranggotakan sebagian pemain dari RZI di liga kedua, tidak datang dengan anggota yang lengkap. Pertandingan berjalan berat sebelah. Wahyu yang tampil cemerlang di pertandingan pertama kembali menampilkan permainan yang apik dengan mengunci pergerakan Deni. Pertandingan berakhir dengan skor 12-4.
pertandingan ketiga, VLSI vs IT RZI.
Saudara kembar CNA, dengan tingkat kehadiran anggota seperti CNA di pertandingan sebelumnya. VLSI hadir dengan 10 pemain, tanpa Rama dan Aji. IT RZI yang hanya mendatangkan 7 pemain, diserang habis-habisan oleh VLSI. Hasil akhir sudah dapat diterka dari awal…. 23-4.
pertandingan keempat, LAPI Divusi vs VLSI.
VLSI datang ke pertandingan tanpa kehadiran Iqbal sang manager merangkap kiper dan Putra sang Blinker. Divusi datang dengan pasukan yang lebih kuat daripada liga sebelumnya, apalagi dengan diperkuat penyerang yang desersi dari VLSI, yaitu Takur, bertekad untuk meraih kemenangan pertama atas VLSI. Pertandingan berlangsung keras dan ketat. dapat dilihat dari hasil akhirnya, 6-6. VLSI kembali meraih hasil seri yang menurunkan posisi VLSI di klasemen sementara.
pertandingan kelima, Suteki-Codena vs VLSI.
Suteki, rival abadi VLSI di kancah liga futsal. Duel yang disebut sebagai Godzilla vs King Kong (karena kondisi fisik kedua manager tim). Semenjak debut VLSI saat masih dibawah naungan VS, Suteki belum meraih kemenangan sekalipun. Dengan tekad kuatnya, Suteki berharap mengakhiri rekor buruk itu. Datang dengan kekuatan penuh, Suteki menghantam VLSI di awal babak pertama. Kenapa VLSI bisa dihantam? karena sebagian pemainnya belum datang… mereka terjebak macet.
Ketika pemain-pemain penting telah hadir, VLSI bangkit dan mengakhiri pertandingan dengan skor 8-10.
pertandingan keenam, Pembangungan vs VLSI.
SMK Pembangunan bermarkas di cimahi. Ini adalah laga tandang pertama VLSI yang berlangsung di tempat yang jauh dari kampus. Melihat dari track recordnya, Pembangunan mencetak banyak gol di setiap pertandingan kandangnya. Misteri ini terjawab setelah melihat tempat bertandingnya. Jarak antar gawang yang hampir setengah panjang lapangan G-Ball memberikan bukti dan alasan kenapa banyak gol yang mereka cetak. Dan tentunya hasil pertandingan kembali menunjuk lebar lapangan sebagai alasan banyaknya gol yang tercipta. skor akhir 17-27… Pertama kalinya VLSI kebobolan 2 digit semenjak liga ketiga…
Bursa transfer 1/4 musim pertama.
Kifli, yang dibeli oleh sebuah klub IT di jakarta, meninggalkan VLSI. Tapi dia menyiapkan penggantinya, yaitu Anas. Kifli bermain sebanyak 4 kali untuk VLSI, mencetak 10 gol dan 7 assist + 2 kartu kuning.
pertandingan ketujuh, HP vs VLSI.
VLSI hadir dengan berbagai masalah. Kondisi para pemain yang sedang down (karena pertandingan sehari sebelumnya, karena bergadang mengerjakan tugas atau karena cedera). HP yang bertanding di kandang sangat mengenal lapangannya sendiri. VLSI dikejutkan oleh 3 gol cepat mereka. Walau berusaha mengejar, HP berhasil mempertahankan keunggulan dari babak pertama hingga akhir pertandingan. 12-6. VLSI kalah pertama kali, dan kalah dengan selisih yang jauh….Pertandingan ini juga menjadi debut Anas. Debut yang tidak menyenangkan…
pertandingan kedelapan, Jasa Sarana vs VLSI.
Dengan tekad untuk bangkit dari kekecewaan, VLSI hadir tanpa Putra, Jun, dan Opik. Jasa Sarana tampil dengan seorang pemain yang sangat jago. Serangan – serangan gencar mereka berhasil memberikan keunggulan bagi JS. Namun itu hanya bertahan hingga Bahtiar datang (telat karena ngajar dulu…). Masuknya Bahtiar memberikan daya gedor luar biasa untuk VLSI. Ketertinggalan dibalik menjadi keunggulan. Dan tidak cukup itu saja, Galih mencetak gol pertamanya di liga futsal dengan cantik. Tendangan kick off nya melayang melengkung melewati pagar betis dan masuk di pojok kiri atas gawang JS. 9-22.
pertandingan kesembilan, VLSI vs SDDN.
SDDN, juara liga kedua, memberikan perlawanan yang sengit pada liga ketiga, bagaimana kali ini? VLSI kecewa…! pemain SDDN yang hadir hanya 3 orang sehingga mereka dinyatakan kalah WO oleh wasit. akhirnya kita hanya bermain senang-senang dengan semua orang yang hadir. 3-0
pertandingan kesepuluh, Indocisc vs VLSI.
Indocisc, sang penggagas liga ini, kembali dengan kekuatan yang lebih baik dari musim sebelumnya. Tetap dengan penyerang andalannya, Pak Budi dan Ope, mereka menggempur gawang VLSI. Namun pertahanan kuat VLSI berhasil membendung sebagian besar serangan. Serangan balik yang dilancarkan VLSI berhasil merobek pertahan Indocisc. 3-9
pertandingan kesebelas, VLSI vs Terakorp.
SuperEko. Itulah pendapat semua orang yang telah bertanding melawan Terakorp. Julukan itu bukan tanpa alasan. Gelar top skorer musim ini menjadi bukti betapa supernya Eko ini. Dan…. VLSI menjadi korban nya juga. unggul 1 gol hingga menit terakhir, dua tendangan super dari Eko membawa Terakorp unggul 1 gol hingga peluit akhir ditiup. 10-11. Kekalahan kedua. Kesimpulan para pemain, Eko dapat ditahan hanya oleh Putra.
pertandingan keduabelas, VLSI vs IT Persis.
Helmi. Momok bagi para pemain di liga futsal BHTV. Berhasil memukau semua pemain di liga ketiga dengan skill yang … ampun,dah… VLSI menyiapkan strategi triple marking untuk menghadapinya. Hasilnya… dia tetap berhasil mencetak gol ke VLSI. Total 4 gol dia lesakkan dan 3 assist untuk teman-temannya. Namun bukan berarti VLSI tidak menyerang, ketajaman lini depan dan makin padunya Anas dengan permainan VLSI memberikan hasil yang memuaskan. 12-7
bursa transfer tengah musim.
VLSI yang berencana merekrut pengganti Gea, yang sering berhalangan hadir dikarenakan dalam masa tugas akhir, gagal merekrut pemain pengganti yang sesuai dengan kebutuhan tim. Tidak ada transfer yang terjadi.
pertandingan ketigabelas, IT RZI vs VLSI.
WO..that’s it. IT RZI tidak dapat mengikuti liga hingga akhir karena sebagian besar pemainnya mengalami mutasi kerja. 0-3
pertandingan keempatbelas, VLSI vs Nuevo.
Nuevo sang pemimpin klasemen. Tim baru yang bermarkas di kantornya.Ya! kantornya. karena kantornya memiliki lapangan futsal!! Dengan materi pemain yang memiliki sejarah yang mengagumkan, mereka mengalahkan lawan-lawannya dengan mudah. VLSI bertanding dengan strategi seperti melawan Abadi di liga ketiga. Namun jumlah cadangan yang tidak sebagai liga sebelumnya membuat VLSI tidak mampu menjaga konsentrasi hingga menit terakhir. Unggul di babak pertama, terkejar dibabak kedua, dan kalah 1 gol di akhir pertandingan. Itulah intisari pertandingan ini. 13-14
pertandingan kelimabelas, VLSI vs Suteki-Codena.
Suteki menjadi tim terakhir yang memiliki peluang untuk mengejar sang pimpinan klasemen bertekad untuk menang di pertandingan ini. Hujan yang lebat membuat Rama kesulitan menjaga gawang. Percikan air membuat daerah depan gawang menjadi licin, dan ini menjadi keunggulan Suteki. sebagian golnya akibat dari licinnya pijakan di depan gawang. di babak kedua VLSI berusaha mengejar ketinggalan, namun gagal hingga akhir pertandingan. Suteki berhasil mengakhiri mimpi buruknya. 8-11
pertandingan keenambelas, CNA vs VLSI.
CNA yang mendapatkan sebagian tenaga tambahan dari IT RZI melalui bursa transfer, tampil dengan kekuatan yang mirip RZI di liga kedua. VLSI berhasil unggul di babak pertama, namun pulangnya beberapa pemain sebelum babak kedua, dikarenakan kuliah, membuat lapisan pemain VLSI makin tipis. Stamina yang habis tak dapat tertutupi dengan cadangan yang sedikit. Dan VLSI kembali menelan kekalahan. 9-7
Nikahan Pak Arif dan nikahan Fikri…bertepatan dengan libur VLSI di liga.
pertandingan ketujuhbelas, VLSI vs LAPI Divusi.
Setelah libur 1 minggu dan makan-makan enak di dua nikahan, VLSI kembali dengan semangat baru. Divusi, yang belum pernah kalah semenjak tengah musim, bertekad mengalahkan VLSI untuk pertama kali. Pertandingan berjalan keras dan ketat (seperti sebelumnya). Namun VLSI berhasil menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan. 6-4 VLSI kembali bangkit
Bursa transfer 3/4 musim.
VLSI akhirnya menukar Gea dengan Aryo, seorang anak muda yang terjebak masuk di VLSI.
pertandingan kedelapanbelas, VLSI vs Jasa Sarana.
Debut Aryo sebagai pemain baru. JS yang datang dengan jumlah pas-pasan tidak dapat membendung serangan VLSI yang bersemangat untuk mencetak gol (apalagi Bahtiar). 27 – 12
pertandingan kesembilanbelas, VLSI vs Pembangunan.
WO again…. 3-0.
pertandingan keduapuluh, VLSI vs Indocisc.
VLSI merevisi target menjadi runner up setelah kekalah kedua Suteki dari Nuevo menargetkan kemenangan di pertandingan kali ini. Dan itulah yang terjadi. Pak Budi hanya berhasil mencetak satu gol di pertandingan ini.
22-11
pertandingan keduapuluhsatu, SDDN vs VLSI.
ok….another WO… 0 – 3
pertandingan keduapuluhdua, IT Persis vs VLSI.
First Boss before Final Boss. Pertandingan dilangsungkan di d’Groove. Lapangan futsal terenak yang pernah dipakai oleh VLSI. hehehe… namun perjuangan di lapangan sangat tidak enak. VLSI unggul cepat sebelum Helmi masuk dan memperkecil ketinggalan. Namun semangat juang dan target sapu bersih hingga pekan terakhir membuat VLSI mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir. Putra tampil luar biasa dengan menahan serbuan Helmi. 9 -12
pertandingan keduapuluhtiga, Terakorp vs VLSI.
Second Boss before the Final. Putra kembali tidak dapat bertanding melawan Terakorp. Strategi Putra vs SuperEko gagal dilaksanakan. Pertandingan yang berat. Cedera yang menimpa Rama membuat Eko makin menjadi-jadi. Pertandingan beakhir dengan banyaknya pemain yang kram dan cedera di kedua pihak. 10 – 11
pertandingan keduapuluhempat, Nuevo vs VLSI.
The Final Boss. Kemenangan di partai ini akan membawa VLSI menduduki posisi Runner Up. VLSI datang dengan keyakinan akan menang. Babak pertama berhasil dikuasai oleh VLSI. Unggul 7-2 membuka peluang kemenangan. Namun belajar dari pertandingan melawan Nuevo sebelumnya, VLSI berusaha untuk tidak menurunkan tekanan. Namun bukan juara namanya kalo tidak mampu membongkar pertahanan VLSI. di akhir babak kedua, pemain VLSI sudah kecapaian… dan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Nuevo untuk menyamakan kedudukan. Hingga akhir pertandingan, VLSI gagal memanfaatkan peluang yang tercipta dari serangan balik. 9 – 9
Epilog….
VLSI : 24 pertandingan : 16 menang : 3 imbang : 5 kalah : 272 gol : 178 kebobolan : 51 poin. Peringkat ke-3.
VLSI kembali berprestasi dengan menjadi tim dengan kebobolan paling sedikit (diluar tim yang mengundurkan diri). Walau tidak seperti liga ketiga dimana VLSI kebobolan lebih sedikit dari tim yang selalu kalah WO. wew…
Pencetak gol :
Bahtiar(17 main/68 gol / 16 assist/2 kartu kuning)
Aji (15/48/19/1)
Opik (16/31/18/1)
Faqih (19/29/12/1)
Putra (14/18/18/1)
Jun (17/16/11/0)
Anas (11/12/13/0)
Kifli (4/10/7/2)
Gea (8/5/8/0)
Wahyu (20/3/6/0)
Iqbal (12/3/5/0)
Aryo (2/3/3/0)
Galih (14/1/3/1)
Rama (16/0/4/0)
Review VLSI akan dimunculkan di posting berikutnya.
Mantap.. Bravo..
Meskipun prestasi kita musim ini tidak sebagus musim kemarin, namun semua tim sudah berusaha dengan maksimal.
Makan-makan, merumuskan strategi bertanding, Rapat, di tegor pak arif terus karena kerjaan gak beres-beres, Nonton Bareng, Karoke Bareng, shoping bareng, sarapan pagi bareng, mewarnai perjuangan VLSI untuk berprestasi.
Perjanan panjang dan mengasikkan menemani studi S2,
Bahtiar
Ternyata pemain tengahnya hanya ada dua. Sisanya menumpuk di depan dan belakang. Sepertinya itulah alasan (atau cari-cari alasan) VLSI hanya mampu meraih posisi tiga.
Tapi tetap selamat untuk VLSI. VLSI di dadaku. Anak-anak sudah tampil gemilang.
Salam hangat
van Gaal
komposisi akhir tim VLSI musim keempat:
Rama (kiper)
Iqbal(kiper)
Putra(bek)
Jun(bek)
Galih(bek)
Wahyu(tengah)
Anas(tengah)
Opik(tengah)
Faqih(depan)
Aji(depan)
Bahtiar(depan)
Aryo(depan)
Wahyu dipromosikan menjadi pelapis Anas, dan Aji berperan sebagai penyerang sayap, terbukti dari banyaknya assist yang dia buat.
Faqih tampil sebagai Best Young Player (gaya…) dan kabarnya diincar oleh Nuevo. nyahahahaha…
Jun yang telah memasuki usia senja, menyatakan gantung sepatu karena sepatunya dah robek setengah.
Putra kemungkinan besar akan ditransfer oleh klub di jakarta. Pun dengan Bahtiar.
Aji masih memikirkan masa depannya di tim ini, apakah akan memberi jalan bagi pemain muda, atau tetap bermain dan membagi pengalamannya dengan para pemain muda.
Rama sedang fokus untuk masa depannya yang laen (lulus kuliah).
Iqbal mengalami cedera yang sering kambuh. Perlu perawatan yang lama untuk menyembuhkannya.
Karena itu, untuk mengikuti liga musim berikutnya, VLSI harus berbenah di sektor pertahanan dan tengah.
Ada yang berminat?